Larangan Judi Online dan Sisi Psikologis Pelaku Judi

Larangan Judi Online dan Sisi Psikologis Pelaku Judi

Larangan judi online dan sisi psikologis pelaku judi ini akan jadi sorotan. Pasalnya orang yang melakukan judi biasanya tidak akan dengar apa yang dinasehatkan orang tentang risiko dan dampak yang dialaminya. Yang ada pada pikirannya dan dan tujuannya adalah menang taruhan. Tentunya hal ini sangat berefek bagi diri orang yang judi domino99 secara langsung. Maka bisa terlihat dari segi psikologis pelaku judi ini seperti apa.

1.Keras Kepala

Kecenderungan judi yang dilakukan menjadi suatu hal yang biasa bahkan sudah ada peringatan larangan judi online tetap tidak dihiraukan. Pelakunya ini punya keras kepala yang tinggi, tidak peduli teman, keluarga dan yang lainnya, dengan harus taruhan dan menang. Itulah hal yang sering dilakukan pelaku untuk tetap judi dan bertaruh uangnya.

Orang yang sudah keras kepala ini, apalagi karena diri orang tersebut sudah terpengaruh pada judi ini tentu akibatnya sangat buruk serta tidak manusiawi. Hal ini memberikan gambaran dan dampak yang semakin buruk lainnya, dimulai dari keras kepala pada keadaan kemudian memaksakan kehendak pada orang lain.

2.Ambisius

Ketika terjun pada perjudian biasanya orang yang sudah sering bertaruh dan pernah menang judi maka akan semakin berambisi untuk menang lagi. Kemudian mempertaruhkan harta yang dimilikinya tersebut untuk join pada judi. Sifat ambisius ini akan sangat berbahaya pada pelaku judi, pasalnya orang yang punya ambisius besar ini tidak akan peduli apapun lagi kecuali tujuannya.

Apalagi jika tujuan yang ditentukannya adalah judi, maka seseorang tersebut sudah menempatkan keburukan dalam dirinya dan kehidupannya. Pasalnya judi ini belum pasti, taruhannya juga belum tentu menang. Mengundi nasib dengan adanya judi justru semakin memperburuk keadaan pejudi. Namun, dari segi sifatnya yang keras kepada serta ambisius ini justu kehiatan judi secara online akan dapat dukungan penjudi.

3.Tak Mau Kerja Keras

Buat orang-orang yang tak mau kerja keras ini pilih jalan pintas dengan berjudi. Meskipun ada larangan judi online maka tetap akan dijalankan dan memaksakan kehendaknya untuk terus menerus melakukan taruhan sampai menang. Terus saat kalah justru akan semakin penasaran dan tetap ingin bertaruh lagi. Pejudi ini memang tipe orang yang tak mau melakukan kerja keras mending cari jalan instan dapat uang.

Golongan orang-orang yang tak mau bekerja keras untuk diri dan keluarganya ini memilih judi sebagai fasilitasnya. Anggapannya bahwa ketika menang judi maka akan dapatkan banyak uang dan segera untuk melakukan suatu hal sesuai keinginannya. Orang yang tak mau bekerja keras ini biasanya lebih milih hal-hal yang mudah dilakukan dan juga cara yang instan untuk diwujudkan.

4.Kecanduan

Ketika seseorang sering berjudi dan tak mau lepas dari kegiatan judi tersebut, maka akan semakin buruk kondisinya. Dimana akan menyerang secara psikologis yaitu kecanduan yang parah, candu yang terus menerus menggerogoti dirinya untuk tetap berjudi. Inilah hal yang seharusnya dari awal dihindari oleh pelakunya. Namun ternyata, pelalu tetap melakukan hal tersebut dan semakin parah dalam bertaruh.

Dengan harapan yang dimiliki pejudi ini adalah mendapatkan uang dengan cara yang instan tanpa harus kerja. Hanya dengan taruhan yang diberikannya maka bisa hasilkan uang besar dan langsung bisa dinikmati. Mengadu nasib lewat judi ini ketika kalah justru akan mendapatkan kemudharatan yang sangat banyak. Bahkan merugi lebih besar secara finansial.

5.Depresi

Larangan judi online ini harusnya diperhatikan sebelum penjudi menjadi semakin depresi pada keadaanya akibat kekalahan. Tapi yang terjadi pada kenyataannya justru pejudi ini semakin melakukan perbuatan tercela tersebut dan jadi lebih depresi. Kehilangan uang, tidak mendapatkan jaminan bahkan menjadi semakin buruk akibat deperesi yang dideritanya menanggung kekalahan. 

Ketika depresi sudah semakin parah dan diambang batas, maka orang yang depresi tersebut akan bunuh diri. Jika hal tersebut sampai terjadi maka inilah yang ditanggung dimana segi psikologis penjudi akan semakin berakhir buruk. Kondisi seperti ini jika sudah terlambat tidak mampu lagi diselamatkan oleh apapun juga. Bahkan dari hari kehari semakin buruk dan bisa jadi ganggunga jiwa.

  1. Amarah Tinggi

Kondisi ketika emosional maka akan menghasilkan amarah yang tinggi pada pelakunya. Dimana si pelaku judi ini semakin marah dan emosi saat alami kekalahan kemudian ketika diberitahu hal yang baik justru semakin mengerikan dan marahnya. Itulah kenapa ketika bertemu atau mempunyai keluarga yang punya tabiat kebiasaan judi harus bicara dengan baik-baik atau dihindari.

Pasalnya jika ada pemicunya maka amarah yang ada pada penjudi ini sangat tinggi bahkan bisa memicu konflik, bermusuhan serta pertengkaran yang tak ada ujungnya. Hal ini tentu akan berdampak buru pada lingkungan sekitar, merasa was was, tidak tenang dan menggangu ketertiban umum.

7.Emosi Yang Tidak Stabil

Adapun larangan judi online ini hadir dan marak untuk bisa menekan orang-orang yang melakukan judi. Namun, jika secara psikologis orang tersebut punya emosi yang tak stabil ini maka akibatnya jadi semakin fatal dan harus ditinggalkan. Dengan kondisi yang semakin terpuruk tersebut, maka pelakunya bisa saja berlaku buruk dan memulai tindakan kriminal ke orang lain.

Emosi yang tidak stabil ini terjadi akibat adanya kecenderungan bermain judi dan tidak dipedulikan lagi. Dengan adanya emosi tersebut yang semakin buruk dan bisa saja meledak kapan saja akan semakin berimbas kepada orang sekitarnya. Jika pejudi ini sedang menang taruhan maka tiba-tiba orang yang berjudi ini terlihat senang gembira berlebihan. Sementara itu, bagi orang yang kecanduan judi inidan kalah maka akan semakin emosi dan tidak baik untuk lingkungan sekitarnya karena amarah yang dimilikinya.

  1. Hilang Empati

Selanjutnya seseorang yang sudah terjerumus pada judi ini maka yang ada pada pikirannya adalah dirinya sendiri. Sehingga cenderung hilang empati terhadap orang lain. Dengan kata lain orang penjudi ini tidak akan merasa kasihan akibat perbuatan yang imbasnya merugikan orang sekitarnya bahkan pada orang lain. Hal selanjutnya yang ada adalah rasa tak peduli dimana orang disekitarnya sudah kena imbasnya dengan kehilangan harta dan semakin rugi.

Ketika seseorang sudah hilang empati maka orang tersebut sudah mati hatinya, hatinya tidak lagi menerima apa yang membuatnya sedih. Hal ini juga akan semakin buruk untuk masa depannya, bahkan jaminan untuk keluarganya. Dimana rasa empati seorang pejudi telah dicabut, artinya pejudi akan semakin terpuruk ke dalam lubang dosa yang berkepanjangan dan kehilangan arah.

Memahami seorang pejudi dari sisi psikologisnya tentu tidak hanya tentang larangan judi online yang disampaikan saja. Tapi juga harus punya sasaran yang tepat dan cara yang lebih baik untuk bisa memberikan hukuman apa yang pas agar pelakunya bisa jera. Pasalnya jika si pelaku judi tidak mendapatkan hukuman atas perbuatannya, maka cenderung akan melakukan hal tersebut seterusnya tanpa peduli sekelilingnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

njsocialistparty.org